Pengikut

Kamis, 17 Januari 2013

Hama Pada Tumbuhan



A.    
Hama
      Hama tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terganggu. Hama dan penyakit yang berasal dari gangguan faktor-faktor lingkungan misalnya kekurangan hara, kekeringan, suhu yang terlalu panas dan lain sebagainya. Sedangkan penyebab hama dan penyakit yang berasal dari jasad renik, secara umum berasal dari golongan jamur, bakteri, virus dan nematoda. Hewan juga dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Tikus, werengwalang sangit, ulat, tungau merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman.
            1. Tikus
                  Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani karena tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi. Biasanya tikus membuat lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak. Apabila keadaan sawah itu rusak maka berarti sawah tersebut diserang tikus. Untuk mengatasi serangan hama tikus, dapat dilakukan cara menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular.                                                                                                             
                  2. Wereng
      Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang – lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya mati. Hama wereng ini dapat dikendalikan dengan cara pengaturan pola tanam, yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman.
      3. Walang Sangit
Walang sangit (Leptocorisa acuta) merupakan salah satu hama yang juga meresahkan petani karena hewan yang berwarna kemerah-merahan ini jika diganggu, akan meloncat dan terbang sambil mengeluarkan bau. Pengendalian terhadap hama walang sangit dapat dilakukan dengan cara penangkapan menggunakan umpan bangkai kodok, ketam sawah, atau dengan alga.
      4. Ulat
Ulat aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja. Upaya pemberantasan dapat dilakukan dengan cara membuang telur – telur kupu – kupu yang melekat pada bagian bawah daun atau dengan penyemprotan dengan menggunakan pertisida..
      5. Tungau
Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di bawah daun untuk mengisap daun tersebut. Pada daun yang terserang kutu akan timbul bercak – bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu gugur. Hama ini dapat diatasi dengan cara mengumpulkan daun – daun yang terserang hama pada suatu tempat dan dibakar.
B.      Penyakit Tumbuhan
          Penyakit yang menyerang tumbuhan banyak disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya jamur, bakteri, dan alga. Penyakit tumbuhan juga dapat disebabkan oleh virus.
1. Jamur
Jamur adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua bagian tumbuhan, mulai dari akar, batang, ranting, daun, bunga, hingga buahnya. Penyebaran jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh angin, air, serangga, atau sentuhan tangan. Untuk memberantas jamur ini dilakukan pengendalian secara kimia, yaitu dengan pemberian fungsida pada tanaman yang terserang jamur.

2. Bakteri
Bakteri dapat membusukkan daun, batang, dan akar tumbuhan. Bagian tumbuh tumbuhan yang diserang bakteri akan mengeluarkan lendir keruh, baunya sangat menusuk, dan lengket jika disentuh. Setelah membusuk, lama – kelamaan tumbuhan akan mati. Tumbuhan yang diserang bakteri dapat diatasi dengan menggunakan bakterisida. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah penyakit yang menyerang pembuluh tapis batang jeruk atau CVPD.
3. Virus
Selain bakteri dan jamur, dalam kondisi yang sehat, tumbuhan dapat terserang oleh virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus cukup berbahaya karena dapat menular dan menyebar ke seluruh tumbuhan dengan cepat. Tumbuhan yang sudah terlanjur diserang sulit untuk disembuhkan.
4. Alga (Ganggang)
Keberadaan alga juga perlu diaspadai karena dapat menyebabkan bercak karat merah pada daun tumbuhan. Bagian tumbuhan yang diserang oleh alga biasanya bagian daun, ditandai adanya bercak berwarna kelabu kehijauan pada daun, kemudian pada permukaannya tumbuh rambut berwarnya cokelat kemerahan. Meskipun ukurannya kecil, bercak yang timbul sangat banyak sehingga cukup merugikan.         Langkah – langkah yang harus dilakukan agar tumbuhan tidak tersenang penyakit antara lain sebagai berikut.
a)      Usahakan tumbuhan selalu dalam kondisi prima atau sehat dengan cara tercukupi segala kebutuhan zat haranya.
b)      Jangan biarkan tumbuhan terserang kutu, tungau, atau hewan yang lain yang serung membawa bakteri atau jamur.
c)      Jika terdapat gejala – gejala yang tampak, pangkaslah bagian tumbuhan (daun, buah, ranting) yang terserang, kemudian dibakar agar tidak menular ke bagian atau tumbuhan yang lainnya.
            Mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit dapat berupa virus, jamur, protozoa, bakteri dan lain-lain. Jenis penyakit pada tanaman, antara lain:
1.      Penyakit embun tepung
http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_320/Image/materi3a.jpg
Menyerang biji yang sedang tumbuh sehingga biji yang belum mempunyai daun pertama menjadi keropos dan akhirnya mati. Disebabkan oleh jamur Peronospora parasitica. Akibatnya adalah keadaan tanaman menjadi kerdil, pada daunnya terdapat bercak-bercak hitam.
2.      Penyakit pada tanaman jeruk
http://e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_320/Image/materi3d.jpg
Disebabkan oleh bakteri, yaitu Bactery Like Organism yang menyerang pembuluh tapis (floem) pada batang jeruk. Gejalanya berupa kuncup-kuncup daun yang menjadi kecil lalu akhirnya berwarna kuning dan diikuti dengan buah yang juga menjadi berwarna kuning.
C. Gulma
      Selain hama dan penyakit yang menyerang tumbuhan dan merugikan petani, gulma juga perlu mendapat perhatian khusus. Gulma dapat menjadi tempat persembunyian hama. Pembersihan gulma sangat penting untuk menekan perkembangan hama yang dapat menyerang tumbuhan. Tujuan pembersihan gulma antara lain untuk mengurangi tumbuhan pengganggu yang akan menjadi pesaing tanaman utama. Selain itu juga karena gulma merupakan inang alternetif dan tempat persembunyian hama penyakit.


Pengendalian Hama dan Penyakit Tumbuhan
Secara umum dapat dikatakan bahwa tidak ada satupun metode yang betul-betul efektif dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Sampai sekarang petani masih lebih mengandalkan dan lebih percaya pada penggunaan bahan senyawa kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

1.      Pengendalian secara kimiawi
         Pengendalian hama maupun penyakit tumbuhan secara kimiawi merupakan upaya pengendalian hama dan penyakit tumbuhan dengan menggunakan pestisida, yaitu zat kimia pembasmi hama maupun penyakit tanaman. Pembasmi hama dan penyakit menggunakan pestisida dan obat harus secara hati – hati dan tepat guna. Pengunaan pertisida yang berlebihan dan tidak tepat justru dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar. Hal itu disebabkan karena pestisida dapat menimbulkan kekebalan pada hama dan penyakit. Oleh karena itu pengguna obat – obatan anti hama dan penyakit hendaknya diusahakan seminimal dan sebijak mungkin.
Pestisida terdiri atas :
a)      Insektisida digunakan untuk memberantas serangga
b)      Larvasida digunakan untuk memberantas larva
c)      Fungisida digunakan untuk memberantas jamur
d)     Algasida digunakan untuk memberantas alga.
2.      Pengendalian secara Biologi
                          Pengendalian hama maupun penyakit tumbuhan secara biologi kimiawi merupakan upaya pengendalian hama dan penyakit tumbuhan dengan menggunakan agen pemangsa alami (predator). Contoh berbagai hewan pemangsa hama tanaman antara lain lebah penyengat, semut rangrang, dan burung hantu.
a)      Ulat kupu artona diberantas dengan hewan semacam lebah penyengat
b)      Kutu loncat diberantas dengan semut rangrang
c)      Tikus diberantas dengan burung hantu.






      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar